Cari Artikel

Ikut ACM ICPC, Siapa takut!!??





Hello guys, dipostingan kali ini saya ingin bercerita sedikit mengenai pengalaman pertama saya mengikuti lomba pemrograman di level perkuliahan yaitu ACM ICPC. Namun, sebelum saya menceritakan kegalauan saya sewaktu lomba, ada baiknya saya jelaskan dulu apa itu ACM ICPC secara umum supaya nanti membaca postingan saya ini gak bingung. check this out!!

ACM International Collegiate Programming Contest (ICPC) adalah sebuah kompetisi pemrograman berbasis tim yang berada di bawah naungan ACM dan berkantor pusat di Baylor University. Kontes ini diikuti oleh universitas dari seluruh dunia yang mewakili regional masing-masing untuk berlaga di kompetisi final tingkat dunia. Kompetisi ini menumbuhkan kreativitas, kerjasama tim, dan inovasi baru dalam membangun teknologi informatika. Di setiap benua akan dibagi menjadi beberapa regional, dimana pada tahun 2012 ini salah satunya adalah regional Jakarta. BINUS yang dipercaya menjadi host regional jakarta setiap tahunnya mengadakan Indonesia National Contest untuk menyaring 50 tim terbaik dari seluruh Indonesia yang akan mengikuti ACM ICPC wilayah Asia bersama dengan tim-tim lain dari luar negeri.


Lanjut ke cerita intinya ya,

Saya kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) dan merupakan mahasiswa baru(Maba) disana. singkat cerita saya dipercaya kampus untuk mengikuti lomba INC 2012 bersama Afif(Maba juga) dan Kak Hindarwan (Kakak tingkat ketua Kom.net) karena sewaktu SMA saya punya pengalaman mengikuti kompetisi pemrograman tingkat SMA dan OSN Komputer sama kayak Afif. Saya, Afif dan Kak Hindarwan tergabung dalam tim STIS Alfa. Selain tim kami, ada 4 tim lainnya dari STIS yang turut serta di INC 2012, yaitu STIS Gamma, STIS, Beta, STIS Epsilon, dan STIS Delta. Awalnya sih saya sempat ragu untuk ikut, mengingat saya sudah jarang sekali latihan pemrograman semenjak lulus SMA lantaran saya berfikir masuk STIS akan menuntut saya untuk pensiun dini dari dunia pemrograman. Akan tetapi, saya beranikan diri untuk memegang amanah dari kampus sekalian menunjukkan potensi yang saya miliki untuk kampus baru saya tercinta.


Tanggal 29 September 2012, berlangsung warming up INC 2012 yang bertepatan dengan hari Inagurasi Magradika 54. Jadinya Saya dan Afif harus rela untuk tidak mengikuti Inagurasi sampai selesai. Mulai pukul 12.00 WIB kami sudah harus berkumpul di ruang 323 STIS bersama dengan tim STIS lain. Warming up berlangsung secara online dari server BINUS. Terdapat 3 soal yang ditampilkan yang ketiganya merupakan soal penyisihan INC tahun 2011 lalu. Masing-masing dari kami mengerjakan 1 soal, kak Hindarwan mengerjakan problem A, Afif mengerjakan problem B, dan Saya mengerjakan problem C. Tim Kami pun berhasil membabat ketiga soal tersebut tanpa hambatan berarti karena soalnya memang masih tergolong mudah.  Setelah warming up selesai, Saya dan Afif bergegas keluar dari ruang 323 sambil membawa nasi bungkus yang dibeli oleh kak Hindarwan (Saya ngambil tiga. wkwkwk). Awalnya kami berpikir untuk langsung pulang ke kostan masing-masing, tapi ternyata kegiatan inagurasinya masih berlangsung padahal waktu sudah menunjukkan hampir pukul 16.00 WIB. So, kami tidak jadi pulang dan kembali ke Auditorium STIS untuk mengikuti Inagurasi.

Tanggal 30 September 2012, berlangsung INC 2012. Hari itu Saya bangunnya telat banget karena kemarinnya kelelahan, kira-kira hampir pukul 08.00 WIB padahal Kami harus berkumpul di ruang 323 pada pukul 09.00 WIB (Kebayang gak tuh paniknya....). Untungnya jam 09.00 WIB lebih sedikit, segala persiapan sudah beres diantaranya : Mandi, sarapan. minum susu, gosok gigi, pakai baju, pakai celana, packing laptop + kabel roll + peralatan tulis, pakai sepatu, dan hal lainnya yang gak perlu disebutkan (___). Si Afif sudah menunggu saya di depan kostan sejak beberapa menit lalu, kemudian kami berdua langsung menuju kampus. Pukul 10.00 WIB, penyisihannya dimulai secara online juga. 

Ada 8 soal yang diujikan. Tim kami hanya mampu mengesolve 3 soal termudah. Untungnya kami mampu mengerjakan ketiganya dengan waktu yang lumayan cepat sehingga dari sejumlah tim yang berhasil mengesolve 3 soal, peringkat kami masih berada di atas. Namun, dalam tahap pengerjaan problem F Saya melakukan hal bodoh yang benar-benar gak patut untuk ditiru dan dipertontonkan. Saya harus mengumpulkan jawaban(submit) sampai dengan 3 kali untuk mendapatkan accepted, padahal seharusnya cukup dengan 2 kali submit saja. Pada submitan kedua, saya lupa menghapus debugger yang saya buat pada program (betapa bodohnya saya ini). Dari 5 jam kontes, hanya ada dua tim yang berhasil mengesolve semua soal, tidak lain adalah saklar lhompat dan dongskar pedongi. Kedua tim legendaris yang sudah malang melintang di dunia pemrograman yang keras ini. di klasemen akhir peringkat 1 dan 2 ditempati oleh kedua tim "dewa" tersebut sedangkan tim kami STIS Alfa hanya duduk di urutan 32. Saat itu, saya sudah lega karena terget dari kampus sudah terpenuhi yaitu masuk 50 besar sehingga kami berhasil lolos penyisihan dan dapat berlaga di kompetisi ACM ICPC Asia Regional Jakarta pada tanggal 16-18 Oktober nanti. Selain STIS Alfa, STIS Epsilon juga berhasil lolos penyisihan.

Scoreboardnya,


Mohon doanya agar tim Saya STIS Alfa juga STIS Epsilon bisa berusaha semaksimal mungkin di Final ACM ICPC 2012 Asia regional Jakarta nanti. 



Kata mutiara untuk postingan kali ini :


"Pengalaman adalah guru yang paling berharga dan tak ternilai harganya"

3 comments:

Anonim mengatakan...

maafkan saya telah 'menyeret' kamu kembali ke dunia yang keras ini...

wkwkwkw...

mandes95 mengatakan...

Saya gak merasa diseret kak, saya justru merasa seperti mati suri.. wkwkwk

Unknown mengatakan...

waaahhh.. :D

Posting Komentar